Bitcoin

Bitcoin (BTC)

$63,507.00 ▲2.37%
Ethereum

Ethereum (ETH)

$1,672.43 ▲2.15%
Tether

Tether (USDT)

$1.00 ▼-0.01%
BNB

BNB (BNB)

$603.35 ▲2.04%
USDC

USDC (USDC)

$1.00 ▲0.01%
XRP

XRP (XRP)

$1.14 ▲3.34%
Solana

Solana (SOL)

$66.97 ▲3.99%
TRON

TRON (TRX)

$0.32 ▼-1.55%
Figure Heloc

Figure Heloc (FIGR_HELOC)

$1.03 ▲0.57%
Dogecoin

Dogecoin (DOGE)

$0.09 ▲2.71%

Menurut Prabowo Kebijakan Ekonomi RI Salah Arah Sejak 1990

Geopolitik

Presiden Prabowo Subianto kembali bikin pernyataan yang mengguncang. Di depan ribuan pengusaha muda HIPMI di Lampung pada 10 Juni 2026, beliau blak-blakan bilang bahwa Indonesia sudah salah arah dalam kebijakan ekonominya sejak dekade 1990-an. Pernyataan ini bukan sekadar kritik biasa, tapi jadi alasan utama kenapa Prabowo ngotot maju jadi presiden meski kalah berkali-kali.

“Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an Indonesia menuju arah yang salah. Saya sudah melihat,” kata Prabowo tegas dalam sambutannya.

Apa yang Dimaksud “Salah Arah” Sejak 1990-an?

Menurut Prabowo Kebijakan Ekonomi RI Salah Arah Sejak 1990

Dekade 1990-an memang penuh gejolak buat Indonesia. Mulai dari krisis moneter Asia 1997-1998 yang bikin ekonomi ambruk, jatuhnya Soeharto, sampai amandemen UUD 1945. Menurut Prabowo, sejak saat itu kebijakan ekonomi kita mulai melenceng dari semangat Pasal 33 UUD 1945 — yang menekankan penguasaan negara atas sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Banyak yang bilang, kita terlalu terbuka ke pasar global tanpa proteksi yang kuat. Kekayaan alam diekspor mentah, aliran dana keluar negeri (capital outflow) lebih deras, sementara rakyat biasa belum merasakan kesejahteraan yang merata. Pertumbuhan ekonomi sering di atas 5%, tapi kelas menengah malah menyusut dan kemiskinan kadang terasa naik di lapangan.

Prabowo melihat ini sejak lama, bahkan saat masih aktif di militer. Itu yang bikin beliau rela maju lima kali di pilpres (kalah empat kali)  bukan demi jabatan, tapi demi koreksi arah bangsa.

Reaksi dan Konteks Saat Ini

Pernyataan ini langsung viral dan jadi perbincangan hangat. Di satu sisi, ada yang mendukung karena Prabowo sekarang sedang push kebijakan nasionalis: hilirisasi nikel dan komoditas, swasembada energi, program makan bergizi gratis (MBG), serta penguatan industri dalam negeri. Beliau juga mendorong pengusaha muda HIPMI jadi “pengusaha patriotik” yang lebih berpihak ke kepentingan nasional.

Di sisi lain, ada kritik. Beberapa pihak mengingatkan bahwa Prabowo sendiri bagian dari elite politik era reformasi. Tapi pendukungnya bilang, justru pengalaman panjang itu yang bikin beliau paling paham di mana letak kesalahannya.

Saat ini, pemerintahan Prabowo sedang hadapi tantangan berat: rupiah yang fluktuatif, tekanan global, dan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius (menuju 6,5-8%). Pidato di HIPMI ini seperti sinyal bahwa era “business as usual” sudah berakhir.

Apa yang Bisa Kita Harapkan ke Depan?

Prabowo sepertinya ingin mengembalikan ekonomi ke jalur yang lebih berdaulat dan berkeadilan. Fokusnya:

  • Penguatan industri nasional dan hilirisasi.
  • Mengurangi kebocoran kekayaan negara.
  • Mendorong kerjasama pengusaha muda dengan pemerintah.
  • Prioritas kesejahteraan rakyat sesuai amanat konstitusi.

Bagi pelaku usaha dan masyarakat biasa, ini bisa jadi angin segar — atau tantangan baru. Yang jelas, diskusi soal arah ekonomi Indonesia bakal semakin panas ke depannya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.