Natto Itu Makanan Apa Sih? Kenalan Sama Si Kedelai Lengket yang Viral
Kalau kamu sering lihat konten makanan Jepang di media sosial, pasti pernah ketemu natto. Bentuknya sederhana, tampilannya malah bisa bikin orang mikir dua kali karena lengket dan berserat, tapi justru itulah ciri khasnya. Natto adalah makanan tradisional Jepang yang terbuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan bakteri Bacillus subtilis. Proses fermentasi ini menghasilkan tekstur yang unik, aroma khas yang cukup kuat, dan rasa yang sering disebut acquired taste alias perlu adaptasi buat bisa menikmatinya.
Secara tampilan, natto terlihat seperti kacang kedelai biasa, tapi saat diaduk akan muncul lendir atau serat panjang yang lengket. Buat sebagian orang, ini jadi tantangan tersendiri, tapi buat pecinta natto, justru bagian itu yang bikin nagih. Natto biasanya disajikan dalam kemasan kecil dan sering dimakan sebagai menu sarapan di Jepang, ditemani nasi putih hangat, kecap asin, dan mustard khas Jepang. Kombinasi ini sederhana tapi punya cita rasa yang dalam dan mengenyangkan.
Di balik tampilannya yang kontroversial, natto menyimpan banyak manfaat. Makanan ini dikenal tinggi protein nabati, serat, serta mengandung vitamin K2 yang baik untuk kesehatan tulang dan jantung. Selain itu, natto juga mengandung probiotik alami hasil fermentasi yang membantu kesehatan pencernaan. Karena itu, natto sering disebut sebagai salah satu superfood tradisional Jepang yang sudah dikonsumsi sejak ratusan tahun lalu.
Cara menikmati natto sebenarnya fleksibel dan bisa disesuaikan dengan selera. Selain dimakan langsung dengan nasi, natto juga sering dijadikan topping mie, campuran omelet, atau bahkan isian sushi modern. Buat pemula, biasanya disarankan mengaduk natto sampai berbusa agar rasanya lebih ringan dan aromanya tidak terlalu menyengat. Menambahkan daun bawang, telur mentah, atau saus favorit juga bisa membantu menyeimbangkan rasanya.
Meski populer di Jepang, natto sering jadi makanan yang memecah pendapat. Ada yang langsung jatuh cinta, ada juga yang langsung menyerah di suapan pertama. Aroma fermentasinya yang kuat dan teksturnya yang lengket memang tidak biasa, terutama bagi yang belum terbiasa dengan makanan fermentasi. Tapi justru karena keunikannya itu, natto sering dianggap sebagai simbol kekayaan budaya kuliner Jepang yang autentik dan apa adanya.
Sebagai penutup, natto adalah makanan tradisional Jepang berbahan dasar kedelai fermentasi yang mungkin terlihat aneh di awal, tapi punya nilai gizi tinggi dan sejarah panjang. Buat kamu yang suka eksplor makanan unik dan sehat, natto bisa jadi pengalaman kuliner yang seru dan beda dari biasanya. Mungkin nggak langsung cocok di lidah, tapi sekali klik, bisa jadi comfort food versi Jepang yang nggak kamu sangka.
Gabung ke Channel Whatsapp Untuk Informasi Sekolah dan Tunjangan Guru
GABUNG





