Bitcoin

Bitcoin (BTC)

$76,083.00 ▼-2.59%
Ethereum

Ethereum (ETH)

$2,367.72 ▼-3.57%
Tether

Tether (USDT)

$1.00 ▼-0.02%
XRP

XRP (XRP)

$1.44 ▼-4.21%
BNB

BNB (BNB)

$634.26 ▼-1.68%
USDC

USDC (USDC)

$1.00 ▼-0.01%
Solana

Solana (SOL)

$86.78 ▼-3.89%
TRON

TRON (TRX)

$0.33 ▲1.32%
Figure Heloc

Figure Heloc (FIGR_HELOC)

$1.02 ▼-1.41%
Dogecoin

Dogecoin (DOGE)

$0.10 ▼-5.45%

Dari Arsari Group hingga Pasar Karbon: Peran Hashim Djojohadikusumo dalam Visi Energi Berkelanjutan Indonesia

Terkini

Hashim Sujono Djojohadikusumo lahir di Jakarta pada 5 Juni 1953 sebagai anak bungsu dari pasangan ekonom legendaris Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar. Sebagai adik kandung Presiden Prabowo Subianto, ia tumbuh dalam keluarga yang kental dengan tradisi intelektual dan pengabdian kepada bangsa. Ayahnya, Sumitro, dikenal sebagai arsitek rencana ekonomi Orde Baru, sementara keluarga Djojohadikusumo secara keseluruhan telah memberikan kontribusi panjang dalam dunia ekonomi dan politik Indonesia sejak masa kemerdekaan. Meski berasal dari latar belakang yang istimewa, Hashim memilih jalur berbeda dari kakaknya yang berkarier di militer dan politik; ia lebih fokus membangun imperium bisnis yang tangguh dan berkelanjutan.

images 16

Pendidikan Hashim mencerminkan semangat internasional yang ditanamkan keluarganya. Ia menempuh sekolah dasar hingga menengah di berbagai negara Eropa dan Asia, termasuk Jakarta, London, serta Singapura, sebelum melanjutkan studi sarjana di bidang politik dan ekonomi di Pomona College, California, Amerika Serikat. Pengalaman global ini membentuk pola pikirnya yang analitis dan visioner. Setelah lulus, ia memulai karier sebagai analis keuangan di sebuah bank investasi di Prancis, lalu kembali ke Indonesia dan menjadi direktur di Indo Consult. Dari situ, langkah bisnisnya semakin mantap: ia mengakuisisi PT Semen Cibinong melalui PT Tirta Mas, menanam saham di Bank Niaga dan Bank Kredit Asia, hingga akhirnya mendirikan Arsari Group pada 2006. Nama “Arsari” sendiri merupakan akronim dari nama ketiga anaknya—Aryo, Sara, dan Indra—yang mencerminkan semangat keluarga dalam membangun warisan jangka panjang.

Arsari Group di bawah kepemimpinan Hashim berkembang menjadi konglomerat diversifikasi yang kuat. Perusahaan ini aktif di sektor perkebunan kelapa sawit, pulp dan kertas, pertambangan timah, logistik, serta energi terbarukan seperti pembangkit listrik air dan bioenergi dari pohon aren. Belakangan, grup ini semakin ekspansif ke sektor digital dan teknologi: mengakuisisi saham di PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), masuk ke aset kripto melalui PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), serta menggarap proyek migas di Blok Duyung, Natuna Barat. Pada 2025–2026, Arsari Group juga terlibat dalam penawaran kredit karbon di COP30 Brasil dari proyek kehutanan Kalimantan Timur. Dengan kekayaan yang pernah tercatat sekitar Rp10 triliun menurut Forbes, Hashim tetap dikenal sebagai pengusaha disiplin yang menekankan tata kelola baik dan keberlanjutan, bukan sekadar ekspansi agresif.

Di balik kesuksesan bisnis, Hashim juga aktif mendukung perjuangan politik kakaknya. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dan menjadi penyandang dana utama kampanye Prabowo di berbagai pemilu. Meski sempat mengalami kerugian finansial besar pada Pilpres 2014, komitmennya tidak pernah goyah. Ketika Prabowo akhirnya terpilih sebagai Presiden pada 2024, peran Hashim semakin strategis. Ia dipercaya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, serta ditunjuk memimpin Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional. Tugasnya mencakup mempercepat transisi energi hijau, menarik investasi asing untuk proyek ramah lingkungan, serta mempromosikan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan visi “Indonesia Naik Kelas”.

Sebagai Utusan Khusus, Hashim sering menjadi wakil Indonesia di forum internasional. Ia bertemu tokoh seperti mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair untuk membahas potensi energi terbarukan, serta aktif menyuarakan prioritas pemerintah dalam bidang iklim dan energi. Di dalam negeri, ia juga menekankan pentingnya persatuan nasional. Pada acara Paskah Nasional 2026 di Manado, Hashim menyampaikan bahwa Presiden Prabowo konsisten merangkul berbagai elemen masyarakat, termasuk yang pernah berbeda pendapat di masa lalu. Pernyataannya yang tegas tentang adanya upaya menggoyang pemerintahan meski baru berjalan satu tahun lima bulan menunjukkan perannya bukan hanya sebagai pejabat, melainkan juga penjaga stabilitas politik keluarga dan bangsa.

Selain bisnis dan politik, Hashim dikenal sebagai filantropis dan kolektor benda-benda bersejarah. Ia aktif mendukung berbagai kegiatan sosial dan budaya, serta memastikan Arsari Group berkontribusi pada pembangunan hijau melalui proyek-proyek ramah lingkungan. Anak-anaknya pun turut terlibat: Aryo dan Rahayu Saraswati pernah menjadi anggota DPR dari Gerindra, sementara Indra mendukung operasional grup bisnis. Pendekatan keluarga ini mencerminkan nilai-nilai yang diwariskan Sumitro Djojohadikusumo—yaitu menggabungkan kecerdasan ekonomi dengan tanggung jawab sosial dan nasional.

Dalam kesimpulan, Hashim Djojohadikusumo merupakan figur multifaset yang sukses menyatukan dunia bisnis, politik, dan pelayanan publik di era kepresidenan kakaknya. Dari pendiri Arsari Group yang membangun kerajaan usaha diversifikasi hingga Utusan Khusus Presiden yang mengawal agenda iklim dan energi, ia terus membuktikan komitmennya terhadap pembangunan Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, peran Hashim tidak hanya memperkuat fondasi ekonomi keluarga, melainkan juga menjadi pilar strategis bagi visi nasional “Indonesia Emas 2045”. Kisahnya mengingatkan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari kekayaan, melainkan dari kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan generasi mendatang.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.