Bitcoin

Bitcoin (BTC)

$67,890.00 ▲1.61%
Ethereum

Ethereum (ETH)

$2,073.17 ▲2.91%
Tether

Tether (USDT)

$1.00 ▲0.01%
BNB

BNB (BNB)

$616.27 ▲0.41%
XRP

XRP (XRP)

$1.34 ▼-0.36%
USDC

USDC (USDC)

$1.00 ▼-0.02%
Solana

Solana (SOL)

$83.80 ▲1.43%
TRON

TRON (TRX)

$0.32 ▼-0.81%
Figure Heloc

Figure Heloc (FIGR_HELOC)

$1.01 ▲1.24%
Dogecoin

Dogecoin (DOGE)

$0.09 ▲0.62%

Info Harga BBM Naik per 1 Maret 2026: Pertamax hingga Dexlite Mengalami Penyesuaian

Geopolitik

PT Pertamina (Persero) bersama penyedia BBM swasta lainnya secara resmi menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai 1 Maret 2026. Penyesuaian ini menjadi kenaikan pertama di tahun 2026 setelah harga relatif stabil di dua bulan sebelumnya. Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah, sementara jenis BBM nonsubsidi mengalami kenaikan bervariasi antara Rp400 hingga Rp1.000 per liter, tergantung wilayah dan jenis produk. Penyesuaian harga ini dilakukan berdasarkan formula harga yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta mempertimbangkan fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

krisis bbm melanda kamboja 1774430348880 169

Di wilayah Jabodetabek, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800 per liter, atau naik Rp500. Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat menjadi Rp12.900 per liter dari Rp12.450 per liter. Sementara Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp13.100 per liter dari Rp12.700 per liter. Untuk produk diesel nonsubsidi, Dexlite (CN 51) kini dibanderol Rp14.200 per liter dari sebelumnya Rp13.250 per liter, sedangkan Pertamina Dex naik menjadi Rp14.500 per liter dari Rp13.500 per liter. Harga ini berlaku seragam di sebagian besar SPBU Pertamina di pulau-pulau utama, meski terdapat sedikit variasi di wilayah tertentu seperti Sumatera, Kalimantan, dan Papua sesuai dengan besaran pajak daerah.

Penyedia BBM swasta turut mengikuti tren kenaikan yang sama. Shell Indonesia menaikkan Shell Super (RON 92) menjadi Rp12.390 per liter dari Rp12.050, sementara Shell V-Power Diesel naik signifikan menjadi Rp14.620 per liter. Vivo Energy Indonesia menyesuaikan Revvo 92 menjadi Rp12.390 per liter dan Revvo 95 ke Rp12.930 per liter, dengan Diesel Primus Plus mencapai Rp14.620 per liter. BP-AKR juga melakukan penyesuaian serupa, sehingga secara keseluruhan harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU kompak naik pada awal Maret 2026. Kenaikan ini dipengaruhi oleh tren harga minyak mentah dunia yang cenderung meningkat serta biaya distribusi yang lebih tinggi.

Harga BBM subsidi tetap dijaga stabil oleh pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat. Pertalite (RON 90) masih dijual Rp10.000 per liter, sementara Biosolar (CN 48) bertahan di Rp6.800 per liter. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga inflasi dan mengurangi beban masyarakat kelas menengah ke bawah yang banyak bergantung pada BBM bersubsidi. Meski demikian, kenaikan harga nonsubsidi tetap berdampak pada pemilik kendaraan pribadi, armada transportasi online, dan sektor logistik yang menggunakan Pertamax series maupun diesel berkualitas tinggi.

Penyesuaian harga BBM setiap awal bulan merupakan mekanisme rutin yang dilakukan Pertamina Patra Niaga sesuai regulasi. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa harga terbaru melalui aplikasi MyPertamina, situs resmi pertamina.com, atau langsung di SPBU terdekat karena harga dapat sedikit berbeda antarwilayah akibat Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Saat ini, harga BBM per akhir Maret 2026 masih mengacu pada penyesuaian 1 Maret tersebut, dengan kemungkinan penyesuaian baru pada 1 April 2026 mendatang.

Bagi masyarakat, kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menjadi pengingat untuk lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar. Banyak yang mulai beralih ke moda transportasi umum, memilih kendaraan hemat bahan bakar, atau memanfaatkan program hemat energi yang ditawarkan pemerintah. Di sisi lain, pelaku usaha transportasi dan logistik perlu menyesuaikan strategi biaya operasional agar tidak membebani konsumen akhir.

Pada akhirnya, informasi harga BBM naik per 1 Maret 2026 ini mencerminkan dinamika pasar energi global yang terus berubah. Meski BBM subsidi tetap stabil, kenaikan pada produk nonsubsidi memengaruhi sebagian besar pengguna kendaraan pribadi dan bisnis. Masyarakat diharapkan terus memantau pengumuman resmi dari Pertamina dan pemerintah agar tidak terkecoh dengan informasi tidak akurat yang beredar di media sosial. Dengan kesadaran kolektif dan penggunaan BBM yang bijak, dampak kenaikan harga dapat diminimalkan demi menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.